Senin, 30 Januari 2012

KESAN MASUK KAMPUS TERCINTA

walaupun hanya di prodi DIII, saya tetap harus bangga. Alhamdulillah dalam pencarian ini, Undip adalah universitas yang saya inginkan dari awal lulus SMA. Saya yakiin, bahwa saya bisa...bisa mengukir masa depan yang lebih baik di Uneversita Diponegoro ini. Dukungan dari orang tua dan keluarga, membuat saya menjadi yang terbaik.

PESAN
:

Cintai almamater, awal untuk menggapai harapan itu. Tak kenal maka tak sayang, saya berharap jalinan silaturahmi diantara fakultas-fakultas di Undip ini tetap terjalin. Pertahankan visi dan misi universitas ini sebagai universitas riset di Asia Tenggara. Bentuk kader-kader bangsa yang tetap menjunjung nilai-nilai kemanusian, mahasiswa yang beradab, dan moral yang baik.
Hidup Mahasiswa!!!

Kamis, 26 Januari 2012

BUAH PARIYA


Manfaat Manis dari Pare

KOMPAS.com - Tidak banyak orang yang menyukai pare karena rasanya yang pahit. Padahal sayuran yang mudah ditemukan di sekitar kita ini memiliki manfaat yang "manis" untuk tubuh karena banyak mengandung nutrisi antara lain, kalsium, vitamin C, dan zat besi.

Berbahagialah untuk para pecinta pare atau mereka yang dapat berkompromi dengan rasa pahit si pare. Karena, menurut the Memorial Sloan-Kettering Cancer Center, si pahit ini biasa digunakan untuk mengobati atau mencegah kanker, infeksi, dan masalah pencernaan.

The National Bitter Melon Council melaporkan bahwa pare mengandung vitamin dan mineral, termasuk di antaranya vitamin C; zat besi; vitamin A; dan kalsium, dalam jumlah yang banyak.

Seperti yang telah diketahui, vitamin C sangat penting untuk produksi tulang rawan dan kekebalan tubuh. Zat besi diperlukan untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Dan vitamin A yang terkandung di dalam pare, sebagai beta-karoten, sangat mudah diserap oleh tubuh dan dugunakan untuk meningkatkan kesehatan penglihatan juga kekebalan tubuh. Sedangkan kalsium membantu tubuh membentuk otot dan tulang.

Seperti kebanyakan sayuran lainnya, pare rendah kalori dan lemak. Namun yang membedakan adalah pare mengandung protein dalam jumlah yang banyak. Masih menurut the National Bitter Melon Council, 3,5 gram pare mengandung hampir 6 gram protein-- jumlah ini (protein) jauh lebih banyak dibandingkan dengan sayuran lainnya seperti bayam dan wortel.

Keistimewaan lainnya adalah, pare juga mengandung antioksidan--zat yang mampu melawan proses berbahaya didalam tubuh atau biasa disebut oksidasi. Dan jika tingkat oksidasi dalam tubuh sangat meningkat akan menyebabkan kerusakan DNA, sehingga risiko terjadinya kanker meningkat.

Adanya antioksidan di dalam pare dibuktikan dengan adanya penelitian yang diterbitkan dalam " LWT -- Food Science and Technology" edisi Maret 2008, disimpulkan bahwa pare liar yang ditemukan di Taiwan memiliki antioksidan (flavonoid dan polifenol) dengan tingkat yang tinggi.

Namun the Memorial Sloan-Kettering Cancer Center menyarankan untuk berhati-hati dalam mengkonsumsi pare. Meski menyehatkan, jika dimakan terlalu banyak dapat menyebabkan kadar gula rendah. Dan untuk pengasupan suplemen ekstrak pare, sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan keamanannya.

HAMASAH

nurhayatiplano11